Tak ada kata yang pantas untuk membuka postingan kali ini selain kata MAAF UNTUK DULUR BLOGGER SEMUA KARNA BELUM BISA BERKUNJUNG KE BLOG ANDA SEMUA DAN UCAPAN TERIMA KASIH BUAT DULUR YANG SUDAH BERSEDIA MAMPIR DISINI BAIK YANG UDAH NINGGALIN JEJAK MAUPUN YANG TIDAK NINGGALIN JEJAK..MATUR SUWUN SANGET..
Mungkin anda juga sudah bosen dengan permintaan maaf ini tapi saya tidak akan bosan meminta maaf karna kesalahan saya ini, bukan karna saya sombong gak berkunjung ke blog anda tapi karna saya habis sakit dan kata dokternya tidak boleh memforsir kegiatan saya jadinya saya gak boleh ngeblog hanya boleh main game di Facebook heheeh..
Journey to the South??bukanya yang bener Journey to the West?apakah ada yang salah dengan judul postingan ini??Tidak..karna ini bukan kisah kera sakti yang mencari kitab suci bersama gurunya dan pat kai dan wu ching..ini adalah kisah saya dalam perjalanan dari desa pesisir utara menuju Malang.kisah tentang para pejuang kehidupan dijalanan yang membuat saya lebih berfikir tentang artinya hidup, tentang kerja keras, semangat pantang menyerah dan lebih mensyukuri kehidupan yang saya miliki.
.belajarlah dari hal yang ada disekitar kitaPerjalanan dibuka dengan pelatihan kesabaran saat menunggu angkot untuk penuh dari terminal 1 menuju pangkalan bus, setengah jam lebih saya harus menunggu angkot ini jalan, setelah berpindah ke bus yang tak layak disebut bus karna kondisinya yang memprihatinkan, baru pertamakali naik bus yang kondisinya parah dan ancur kayak gini, masak dinding2 busnya udah berganti kayu tripleks yang menunjukkan kondisi bus ini sudah semakin tua dan selayaknya diganti ato diperbaiki..Seperti angkot pertama bus ini pun harus ngetem di 3 tempat dan akan benar2 jalan terus setelah dipemberhentian ke-3..Phew benar2 ujian kesabaran ..dan semua pasti ada hikmah dan rewardnya..
1.Penyanyi JalananPerjalanan selama 6 jam

itupun menjadi berkesan dan menarik dimulai disini saat munculnya sang penyanyi jalanan yang sudah tak asing lagi bagi saya karna trayek penyanyi jalanan ini adalah rute bus ini. Dia melantunkan suaranya untuk menemani perjalanan kami para penumpang bus yang sudah gerah dan bosan tak ada hiburan dibus umum ini, suara emas dan petikan gitar sang penyanyi menjadikan perjalanan ini lebih damai, dia menyanyikan 2 lagu dari band ungu luka disini dan cinta dalam hati yang merupakan salah satu band favorit saya, jadi inlah reward pertama dari Tuhan karna kesabaran saya heheeh..maklumlah hp saya eksklusif hanya buat sms dan telpon plus radio (tapi ga bawa earphone) jadi lantunan suara sang penyanyi seolah menjadi pengobat dahaga ditengah padang gurun yang gersang ini hahahah..selain itu aliran musiknya pun banyak mulai dari pop ampe lagu2 jawa yang bikin suasana tentram n nyaman..pokoknya feel comfort dah klo udah seperti ini walopun perjalanan seorang diri tapi kagak kerasa..
setelah itu silih berganti para penyanyi jalanan yang berjuang dijalanan ini silih berganti bergantian mendendangkan lagu yang menjadi penopang hidup mereka, karna dengan menyanyilah mereka mencari nafkah tapi nasib mereka tidak seperti penyanyi-penyaynyi yang terkenal di tv, penyanyi jalanan hanya dibayar dengan recehan uang, rokok dan kode tolakan tangan jika tidak seseorang tidak bisa memberikan reward untuk para penyanyi jalanan. Sedang penyayni yang udah terkenal mungkin bayarannya 10jutaan hanya dengan sekali manggung sedangkan para penyayni jalanan mungkin hanya 50paling banyak dalam sehari dg berpuluh2 dia manggung..benar2 perbedaan yang jauh, tapi semangat hidup dan perjuangan merekalah yang membuat salut, mereka tidak malu dengan apa yang mereka kerjakan mengutip kata2 salah seorang penyaynyi jalanan "mohon maaf untuk ketidaknyamanan anda, kami adalah pengamen jalanan yang hidup dari jalanan, tapi kami tidak malu untuk ngamen yang penting halal, kami menerima uang 100, 200 yang penting anda ikhlas", begitu sopan dan arifnya mereka...
Semoga kelak para penyanyi jalanan ini memperoleh pekerjaan yang lebih mapan, terimah kasih atas senandung lagu yang anda lantunkan yang setiap hari menemani saya waktu saya pulkam maupun balik ke balik..semoga allah meridhoi pekerjaan anda dan menyatat sebagai amal baik karna anda berjihad dalam kehidupan anda..
2. Kernet ato Kondekturselain bisa belajar

kehidupan dari penyaynyi jalanan, belajar kehidupan pada seorang kondekturpun penting juga karna ternyata menjadi seorang kernet ato kondektur itu ada ilmunya dan anda harus punya list dibawah ini dalam diri anda (setelah riset n ngobral ama kondektur bus dari surabaya ampe malang):
- anda harus easy going
- pandai bercanda,
- pintar menghitung duit, ya iyalah klo kagak bisa itung2an bisa rugi ntar bus-nya
- cekatan
- sabar
- ramah
wakaakkak jadi pengen ketawa saat nulis ini, gara2 ucapan pak kondektur pada ibu2 yang mau naik bus ini. Ceritanya gini ada seorang ibu dan anak perempuannya yang mau naik bus jurusan surabaya-malang ini, waktu itu saya udah dalam bus tapi saya mendengar percakapan mereka yang bikin ngakak n seterusnya saya share ke temen2 saya lewat sms..merekapun ikut ketawa.
Kemabli ke cerita mungkin sebelumnya ibu2 awalnya lihat dari luar bahwa bus kelihatan penuh , ya karna rata2 penumpang bus memilih duduk deket jendela, jadi bus keliatan penuh dari luar k..Kemudian terjadi dialog antara kondektur dan ibu2 itu:
Kondokter:
ayo bu monggo2 masuk (ayo bu silakan masuk)Ibu2:
wes penuh pak emoh (nggak mau pak udah penuh)Kondektur:
kosong buibu2:
emoh nda gak oleh lunggo ? (
gak mau ntar saya gak dapat tempat duduk?)*tetap ngeyel*
Kondektur:
tengah isek kosong bu,isoh digawe pencak silat (
ditengah kosong bu, bisa dibuat pencak silat) *dengan suara agak jengkel *
Saya:
wkwkkwkwk..
ada2 aja bisa dibuat pencak silat, emang seberapa lebar bus ini ampe bisa dibuat pencak silat wkwkwkkwk..
kemudian ada cewek yang masuk sambil nahan tawa diikuti ibu2 (mungkin ini orang yg debat ma kondektur tadi)
Selain itu ada juga gaya banyolan ato gurauan kondektur waktu menurunkan penyanyi jalanan perempuan, dia selalu bilang sek-sek alon2 wong wadon meteng dan bayinya (bentar2 pelan2 nurunin perempuan hamil dan bayinya), itulah gaya kearaban para pejuang jalanan, merek akrab dan saling ngobrol bahkan bercanda, keakraban itu timbul mungkin karna sama2 berjuang hidup dijalanan ini..keakraban yang elok dipandang mata..
karna melihat bapak kondektur bus yang terlihat ramah dan bersahabat akhirnya saya mencoba membuka pembicaraan dan iseng2 bertanya berapa jam dari surabaya ke malang (padahal udah tahu wong udah jadi jalur resmi saya heeheh), kemudian mengobrol ngalor ngidol sambil guyonan, kebetulan didepan saya duduk seorang cewek sendirian dan dibelakan saya 2 orang cowok,nah bapak kondoktur ini dari tadi ngobrol n bilang pengen ngobrol n duduk ma cewek didepan kami,.ya udah sono pak kataku..udah bapak2 tapi masih agresif pak kondektur ya karna inilah yang bisa menjadi pengusir rasa bosann dan hiburannya saat ia bekerja jadi ia mencoba akrab dengan para penumpangnya tanpa maksud apa2 dan tak peduli dengan jenis kelamin laki-laki n perempuan, tapi klo mbak war gak tau apakah bapak kondoktur tetap sok akrab ato kagak..
Mungkin karna momentnya belum tepat bapak kondektur masih aja duduk dan ngobrol dengan saya n belum berpindah ke cewek depan kami kemudian moment itu datang saat barang cowok belakan kami geser kedepan n berada dibawah kursi cewek depan saya.. pokoknya dari ini ntar akhirnya bapak kondektur bisa duduk disamping cewek itu setelah proses yg panjang dengan dialog ntara saya, 2 cowok belakang n pak kondoktur yang klo diceritain panjang lebar akhirnya pak kondektur bisa duduk bersanding dengan tu cewek..SELAMAT PAK KONDEKTUR..
Awalnya sih tu cewek ramah, tapi lama kelamaan kayaknya bosn tu cewek cz pak kondektur nerocos terus n gak berhenti-henti ngomongnya, saya liatnya ampe ketawa n kasihan ma tu cewek..dan saya bisa memejamkan mata berkat tu cewek, karna akhirnya dia yang harus mendengar cerita2 pak kondektur n guyonannya..Terima kasih mbak akhirnya saya bisa memejamkan mata hahahaah...sembari melihat ekspresi wajah cewek didepan saya yang selalu menghadap jendela tanpa memperhatikan pak kondektur..porr bapak kondektur...
Itulah sedikit cerita journey to the south, selain penyanyi jalanan dan pak kondektur masih banyak pejuang jalanan lainnya seperti penjajah makanan, sopir bus, tukang koran dan lainnya. satu hal yang bisa dipetik dari kisah hidup mereak, mereka selalu menjadikan dan membuat pekerjaan yang mereka lakoni nyaman..jadi itulah yang membuat mereka bekerja dengan sepenuh hati karna mereka mencoba mencintai dan menikmati pekerjaan mereka..rasa malu karna pekerjaan mereka yang kadang dipandang sebelah mata oleh orang lain coba mereka lepaskan karna mereka bekerja halal..salut sama para pejuang jalanan yang mencari nafkah untuk kehidupan mereka agar mereka tetap survive dalam kehidupan ini...
Selamat berjuang para pejuang jalanan tetap berjuang untuk kehidupan kalian maupun keluarga kalian, hormat saya buat anda semua..semoga kelak masa depan anda dan keluarga anda menjadi lebih baik.Amien..
NB:imagenya ngambil sembarang dari google